ciri-ciri jerawat hormonal

Mengenal Ciri-Ciri Jerawat Hormonal dan Cara Mengatasinya

  • April 4, 2024

Jerawat seringkali dianggap sebagai masalah kulit yang hanya dialami oleh remaja, tetapi jerawat hormonal dapat memengaruhi siapa pun, terlepas dari usia. Dikenal sebagai jerawat yang muncul sebagai respons terhadap perubahan hormon dalam tubuh, memahami ciri-ciri khas jerawat hormonal dapat membantu Anda mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

Apa Itu Jerawat Hormonal?

Jerawat hormonal disebabkan oleh fluktuasi hormon dalam tubuh, khususnya hormon androgen seperti testosteron. Fluktuasi hormon dapat memicu peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous dan mengakibatkan penyumbatan pori-pori, yang pada gilirannya menyebabkan timbulnya jerawat.

Ciri-Ciri Jerawat Hormonal

  1. Lokasi Jerawat

Jerawat hormonal cenderung muncul di area tertentu, seperti dagu, rahang, dan leher. Perhatikan pola kemunculannya untuk membantu mengidentifikasi apakah jerawat Anda terkait dengan fluktuasi hormon.

  1. Jerawat yang Mendalam dan Cystic

Jerawat hormonal seringkali lebih mendalam dan terkadang bersifat cystic, yang berarti dapat menyebabkan benjolan yang terasa nyeri di bawah permukaan kulit.

  1. Timbul Sebelum Menstruasi

Banyak wanita mengalami jerawat hormonal beberapa hari atau minggu sebelum menstruasi dimulai. Ini sering disebut sebagai “jerawat pramenstruasi.”

  1. Bertambah Parah saat Stres

Faktor stres dapat memperburuk jerawat hormonal. Jika Anda melihat peningkatan jerawat saat mengalami stres, ini bisa menjadi indikator jerawat hormonal.

  1. Tidak Merespon Perawatan Topikal Biasa

Jerawat hormonal cenderung kurang responsif terhadap perawatan topikal konvensional seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid. Ini karena penyebab utamanya adalah perubahan hormonal internal.

Faktor-Faktor Pemicu Jerawat Hormonal

  1. Siklus Menstruasi

Peningkatan hormon sebelum menstruasi dapat merangsang produksi minyak berlebih dan menyebabkan jerawat hormonal.

  1. Pubertas dan Remaja

Perubahan hormon selama pubertas dapat memicu jerawat hormonal pada remaja, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi pada usia dewasa.

  1. Kehamilan

Fluktuasi hormon selama kehamilan dapat menyebabkan timbulnya jerawat hormonal.

  1. Menopause

Wanita yang mengalami menopause mungkin mengalami jerawat hormonal karena penurunan hormon estrogen.

  1. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

PCOS dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk peningkatan produksi hormon androgen, yang dapat memicu jerawat hormonal.

Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

  1. Perawatan Topikal

Gunakan perawatan topikal yang mengandung bahan seperti retinoid atau asam salisilat untuk membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi peradangan.

  1. Perawatan Oral

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan antibiotik atau kontrasepsi hormonal untuk mengontrol jerawat hormonal.

  1. Perubahan Gaya Hidup

Mengelola stres melalui aktivitas fisik, meditasi, atau yoga dapat membantu mengurangi fluktuasi hormon yang memicu jerawat.

  1. Pemilihan Produk yang Sesuai

Pilih produk perawatan kulit yang cocok untuk jenis kulit Anda dan hindari penggunaan produk yang terlalu keras yang dapat menyebabkan iritasi.

  1. Konsultasi dengan Ahli Kulit

Jika jerawat hormonal persisten, berkonsultasilah dengan ahli kulit atau dokter kulit untuk rekomendasi perawatan yang lebih khusus.

Mitos dan Fakta Tentang Jerawat Hormonal

  1. Mitos: Jerawat Hormonal Hanya Terjadi pada Wanita

Fakta: Meskipun jerawat hormonal lebih umum pada wanita, pria juga dapat mengalami jerawat hormonal.

  1. Mitos: Makanan Tidak Mempengaruhi Jerawat Hormonal

Fakta: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan tertentu, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi, dapat mempengaruhi jerawat hormonal.

  1. Mitos: Mandi Air Panas Mengobati Jerawat Hormonal

Fakta: Mandi air panas dapat memberikan efek sementara, tetapi tidak mengobati penyebab jerawat hormonal. Mandi air panas juga dapat mengeringkan kulit, memicu produksi minyak berlebih, dan memperburuk kondisi.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter?

Jika jerawat hormonal Anda tidak membaik setelah mencoba perawatan rumahan atau terasa semakin buruk, segera konsultasikan dengan ahli kulit atau dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Jerawat hormonal bisa menjadi tantangan, tetapi dengan pemahaman yang baik tentang ciri-ciri dan penyebabnya, serta perawatan yang tepat, Anda dapat mengelola kondisi ini dengan lebih efektif. Selalu ingat bahwa setiap perawatan memerlukan waktu, jadi bersabarlah dalam perjalanan perawatan jerawat Anda.

5 Kebiasaan Wanita Mandiri yang Perlu Kamu Tahu

  • February 19, 2023

Salah satu impian sebagian besar wanita di dunia ini adalah menjadi wanita mandiri atau independent woman. Wanita mandiri dikenal sebagai wanita yang bisa mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya secara mandiri dan tetap membuahkan hasil yang maksimal. Apa saja hal-hal yang menjadi kebiasaan wanita mandiri? Simak di sini, yuk!

1. Memecahkan Masalah Mandiri

Hidup seringkali dipenuhi oleh segudang masalah yang datang silih berganti. Akan tetapi, wanita yang terbiasa hidup mandiri mampu memecahkan segala permasalahan yang menghadang dirinya dengan baik. Baik itu masalah kecil ataupun besar, wanita yang mandiri mampu menghadapinya dengan maksimal.

Dia mungkin meminta saran atau pendapat dari orang-orang terdekatnya, seperti teman, orangtua, adik, kakak, dan lain sebagainya. Akan tetapi, pada akhirnya, semua hal menjadi keputusannya sendiri. Wanita yang memiliki sifat mandiri dinilai dapat mengambil keputusan dengan baik karena sudah terbiasa menghadapi permasalahan yang kompleks.

2. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Salah satu hal yang sering dilakukan oleh wanita mandiri adalah melangkah keluar dari zona nyaman dan menghadapi segala risiko yang ada. Meskipun dia tahu risiko yang ada tidak mudah, tapi dia tidak pernah patah semangat. Dia tidak takut untuk melangkah dan berani keluar dari rutinitasnya untuk masa depan yang lebih cemerlang.

3. Berorientasi pada Tujuan

Wanita yang terbiasa mandiri memiliki tujuan yang jelas dan berani mengambil tindakan untuk mencapai tujuan yang direncanakannya tersebut. Wanita mandiri memiliki tujuan yang jelas yang disusun dengan baik secara harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Dia tahu cara membuat tujuan yang jelas, realistis, dan tahu apa-apa saja yang harus dilakukan.

4. Mampu Berkata “Tidak”

Sudah menjadi informasi umum bahwa tidak semua hal di dunia ini harus di-iya-kan. Akan tetapi, masih banyak orang yang takut dan ragu untuk menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip dan tujuan hidupnya. Hal inilah yang membuat seseorang terjebak dalam hal-hal yang membuatnya jenuh, lelah, bahkan depresi.

Berbeda dengan orang lain, wanita mandiri mampu untuk berkata “tidak” pada sesuatu yang menurutnya tidak baik untuknya. Keberanian tersebut tentu saja didasari oleh berbagai pertimbangan yang matang dari berbagai aspek. Oleh karena itu, wanita mandiri dinilai mampu untuk membawa diri di lingkungan masyarakat yang kompleks.

5. Tidak Mengabaikan Diri Sendiri

Wanita mandiri mencintai diri sendiri dengan berbagai cara. Cara yang dilakukannya dapat berupa meditasi, perawatan kulit, olahraga, mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, dan lain sebagainya.

Apabila kamu ingin menjadi wanita mandiri, kamu bisa memulainya dengan cara mencintai dan mempedulikan diri sendiri. Kamu dapat melakukan meditasi rutin untuk menjernihkan pikiran setelah seminggu bekerja. Meditasi ini akan membantumu rileks dan tidak mudah stres ketika beban kerja menumpuk.

Selain itu, kamu juga bisa memanjakan diri dengan merawat kulit. Perawatan kulit dapat kamu lakukan di klinik kecantikan yang memiliki tenaga ahli profesional ataupun sesederhana melakukan perawatan kulit rutin di rumah dengan produk-produk tertentu.

Kamu juga bisa menunjukkan rasa sayangmu pada diri sendiri dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Cara paling mudah untuk menerapkan pola hidup sehat adalah mulai membiasakan diri untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang.

Jika kamu ingin menjadi wanita mandiri yang hebat, kamu bisa melakukan lima kebiasaan di atas dalam kehidupan sehari-hari. Cepat atau lambat kamu akan merasakan dampak dari menjadi pribadi yang mandiri.

5 Mekanisme Pertahanan Diri Paling Umum

  • February 19, 2023

Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki mekanisme pertahanan diri untuk melindungi dirinya dari suatu hal yang mereka anggap tidak mengenakkan. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pertahanan diri dan apa saja pertahanan diri yang paling umum dilakukan manusia.

Apa Itu Mekanisme Pertahanan?

Mekanisme pertahanan diartikan sebagai tingkah laku yang dipakai manusia untuk memisahkan diri dari peristiwa, tindakan, atau pikiran yang menurut mereka tidak menyenangkan. Mekanisme pertahanan berasal dari teori psikoanalitik, perspektif psikologis kepribadian yang melihat kepribadian sebagai interaksi antara ego dan super ego.

Strategi ini mampu menjauhkan seseorang dari ancaman atau perasaan yang tidak diinginkan, seperti rasa malu atau bersalah. Sigmund Freud merupakan orang yang pertama kali mengusulkan pertahanan diri ini, dan teorinya telah berkembang dari waktu ke waktu. Berdasarkan teori-teori yang ada, mekanisme pertahanan adalah bagian alami dari perkembangan psikologis. 

Cara Kerja Mekanisme Pertahanan

Mekanisme pertahanan merupakan cara kamu bereaksi terhadap situasi yang memunculkan semosi negatif. Menurut teori psikoanalitik, ketika kamu mengalami stresor, alam bawah sadar akan memantau situasi untuk melihat apakah hal tersebut mampu membahayakan dirimu. 

Apabila alam bawah sadar percaya bahwa situasi tersebut mampu menyebabkan kerusakan emosional, maka dia mungkin bereaksi dengan mekanisme pertahanan untuk melindungi dirimu dari bahaya.

Pertahanan Diri Paling Umum

Banyak mekanisme pertahanan diri yang telah diidentifikasi. Beberapa diantaranya sering digunakan oleh mayoritas orang. Berikut merupakan mekanisme pertahanan yang paling banyak orang lakukan:

  1. Penolakan

Penolakan akan dilakukan ketika kamu menolak untuk menerima kenyataan atau fakta. Orang-orang mampu menghindari perasaan atau peristiwa yang menyakitkan. Orang-orang yang melakukan mekanisme ini dikenal sebagai “Orang-orang dalam penyangkalan”.

  1. Represi

Pikiran buruk, kenangan yang menyakitkan, atau keyakinan yang irasional mampu membuat kamu kesal. Alih-alih menghadapi pikiran tersebut, kamu mungkin secara tidak sadar memilih untuk menyembunyikannya dengan harapan bisa melupakannya sepenuhnya.

Namun, bukan berarti kenangan tersebut akan hilang seutuhnya. Mereka bisa mempengaruhi perilaku, serta dapat mempengaruhi hubungan di masa depan. Kamu mungkin tidak menyadari dampak dari mekanisme pertahanan ini.

  1. Proyeksi

Beberapa perasaan atau pikiran yang kamu miliki terhadap orang lain mungkin akan membuat kamu tidak nyaman. Ketika kamu memproyeksikan perasaan tersebut, kamu mungkin salah mengatribusikannya kepada orang lain.

Misalnya, kamu mungkin tidak menyukai rekan kerja atau teman sekelasmu, namun alih-alih menerimanya, kamu malah mengatakan pada dirimu sendiri bahwa rekan kerja atau teman sekelasmu tersebut tidak menyukai dirimu. 

Kamu akan mulai menafsirkan kata-kata serta tindakan mereka terhadap kamu dengan cara yang paling buruk, meskipun mereka sebenarnya tidak membenci dirimu sama sekali. Kamu hanya tidak mau menerima bahwa kamu membenci orang lain.

  1. Rasionalisasi

Beberapa orang akan mencoba menjelaskan perilaku yang tidak diinginkan dengan serangkaian “fakta” mereka sendiri. Hal tersebut memungkinkan kamu untuk merasa lebih nyaman dengan pilihan yang telah kamu buat, bahkan meskipun kamu tahu bahwa pilihan tersebut tidak benar.

  1. Sublimasi

Mekanisme ini dianggap sebagai startegi yang paling positif karena mampu mengarahkan emosi atau perasaan ke dalam aktivitas yang lebih sesuai dan aman. Contohnya, alih-alih menyerang rekan kerja saat penuh tekanan, kamu lebih memilih menyalurkan rasa frustasi dengan mengikuti kelas kickboxing, kelas seni, atau bahkan kelas musik.

Itulah penjelasan mengapa seseorang akan melakukan mekanisme pertahanan diri dan apa saja pertahanan diri yang paling umum dilakukan. Dari kelima pertahanan diri yang telah disampaikan, manakah mekanisme perlindungan yang paling sering kamu gunakan?

Inilah Manfaat Titanium Dioxide dalam Sunscreen dan Skincare

  • February 19, 2023

Pernahkah Kamu mendengar istilah titanium dioxide? Titanium dioxide adalah salah satu bahan utama dalam produk-produk tabir surya atau sunscreen serta produk kosmetik yang memiliki efek melindungi dari sinar UV. Manfaat titanium dioxide aalah sebagai bahan aktif yang melindungi kulit dari penyerapan sinar UV.

Namun ternyata, manfaat titanium dioxide bukan hanya sebagai bahan aktif untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV loh. Penggunaan bahan yang mengandung titanium dioxide juga memiliki efek tambahan yang lain yakni untuk efek mencerahkan.

Mau tau lebih lanjut tentang titanium dioxide beserta manfaat serta efek sampingnya? Yuk terus simak artikel ini.

Apa Itu Titanium Dioxide dalam Skincare?

Sebelum membahas mengenai titanium dioxide dalam skincare, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu apa itu titanium dioxide.

Titanium dioxide merupakan sebuah senyawa alami dari oksidasi titanium yang memiliki rumus kimia TiO2 yang dikenal juga dengan nama titanium(IV) oksida atau titania. Senyawa ini biasanya didapat dari rutil, imenit, dan atase. Secara umum, titanium dioxide digunakan sebagai pigmen warna putih, baik pada pewarna cat, termasuk dalam makanan serta produk kecantikan dan perawatan tubuh.

Penggunaan titanium doxide pada kosmetik dan skincare utamanya difungsikan sebagai bahan aktif untuk melindungi kulit dari sinar UV yang dihasilkan oleh matahari. Bahan aktif titanium dioxide dapat menghalangi kulit untuk menyerap sinar UV tersebut ehingga dapat membantu kulit mengurangi risiko kulit terbakar serta kanker kulit.

Fungsi dan Kandungan Titanium Dioxide

Seperti yang telah disinggung di atas, fungsi titanium dioxide adalah sebagai pigmen warna dala, berbagai produk dan juga dapat berfungsi sebagai bahan aktif untuk menangkal sinar UV.

Maka untuk memenuhi kedua fungsi tersebut, titanium dioxide hadir dalam dua bentuk yang berbeda, yakni:

  • Titanium dioxide sebagai pigmen warna

Titanium dioxide merupakan zat pigmen yang banyak digunakan untuk membentuk warna-warna putih baik pada cat, pewarna makanan, maupun beragam jenis pigmentasi lain.

Namun fakta uniknya, beragam pigmen warna gelap pun mengandung titanium dioxide sebagai agen pigmentasinya.

  • Titanium dioxide dalam nanoscale untuk tabir surya

Titanium dioxide dalam nanoscale atau ukuran yang sangat halus saat ini lebih dikenal dan dimanfaat sebagai bahan utama dalam skincare dan sunscreen yang berfungsi sebagai zat penangkal sinar UV dari matahari.

Ukuran partikelnya yang sangat kecil memungkinkan nano titanium dioxide untuk memiliki sifat yang tampak transparan namun memiliki efek mencerahkan jika diaplikasikan pada kulit.

Nano titanium dioxide ini juga dapat bekerja untuk menyerap sinar ultraviolet dari matahari dan mencegahnya masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam sehingga dapat mengurangi risiko buruk sinar UVB pada kulit.

Tapi sayangnya untuk mencapai ukuran nano, titanium dioxide harus melalui proses penggilingan dan proses ini dapat menurunkan kemampuannya dalam hal menyerap sinau UV khususnya jenis UVA.

Oleh sebab itu, penggunaan titanium dioxide dalam sunscreen selalu dibarengi dengan zat zinc dioxide. Jika digunaan bersamaan kedua zat mineral ini mampu memberikan perlindungan yang lebih maksimal dari sinar UVA maiupun UVB dan dapat mencegah penuaan dini serta risiko-risiko buruk sinar ultraviolet lannya.

Efek Samping Titanium Dioxide

Di samping fungsinya, kita juga akan membahas mengenai bahaya titanium dioxide baik ketiga digunakan sebagai zat pigmen pewarna maupun sebagai bahan dasar utama sunscreen dan skincare.

Sebagai bahan pewarna pigmen, titanium dioxide dinyatakan aman dan tidak memiliki efek samping. Namun jika digunakan di dalam makanan, banyak ahli otoritas pengawas keamanan pangan dan obat-obatan menyatakan untuk hati-hati dalam menggunakan zat ini. Meskipun sebenarnya belum ada penelitian yang pasti mengenai dampak bahaya titanium dioxide jika dikonsumsi dalam makanan.

Sedangkan sebagai bahan utama dalam sunscreen dan skincare, efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan titanium dioxide digolongkan dalam kategori ringan sampai berat. Jika zat ini tidak sengaja terkena mata, maka dapat menimbulkan iritasi ringan yang dapat diatasi dengan membilas mata dengan air bersih.

Jika zat ini terhirup dalam jumlah yang cukup besar, maka dapat menimbulkan iritasi paa hidung dan tenggorokan. Serta jika Kamu adaah orang dengan jenis kulit sangat sensitif yang mudah alergi, penggunaan produk sunscreen dan skincare yang mengandung titanium dioxide juga dapat memicu timbulnya alergi atau iritasi kulit. Nah demikian pembahasan mengenai manfaat titanium dioxide beserta efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaannya. Semoga bermanfaat.