Simak Penjelasan Apa itu Bipolar Disorder

  • August 6, 2022

Orang-orang yang memiliki bipolar disorder cenderung sering mengalami perubahan susana energi, hari, serta aktivitas yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Namun, sebenarnya apa itu bipolar disorder? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Bipolar Disorder?

Belakangan ini sedang marak tentang pembahasan berbagai macam penyakit mental atau kejiwaan, salah satunya adalah bipoler disorder, Namun bipolar disorder itu apa sih? Mari simak penjelasannya berikut.

Bipolar disorder adalah kondisi gangguan kesehaan mental yang ditandai dengan munculnya perubahan susana hati yang terbilang ekstrem. Dilansir dari National Alliance on Mental Illnes (NAMI), penyakit ini telah mempengaruhi lebih dari 10 juta penduduk Amerka Serikat atau sekitar 2,8% dari populasi penduduk yang ada di sana.

Bipolar disorder sendiri terdiri dari 3 jenis, yakni:

1. Bipolar disorder I

Yakni gangguan mental yang biasanya membuat orang yang mengalami penyakit ini melewati setidakna satu fase mania yang kemudian diikuti oleh fase hipomania atau depresi mayor. Bahkan, beberapa kasus membuktikan bahwa mania bisa memicu psikosis.

2.Bipolar disorder II

Yakni gangguan mental yang biasanya ditunjukkan dengan mengalami setidaknya satu fase yakni depresif berat dan hipomanisa, namun belum sampai mengalami fase mania.

3. Siklotimia

Dalam kondisi ini, para penderta biasanya mengalami banyak gejala depresi dan hipomania.

Bipiolar disorder II tidak sama dengan bipoler disorder I. Biasanya, fase manik bipolar disorder I bisa menjadi lebih parah dan berbahaya. Sedangkan bipolar disorder II bisa mengalami depresi yang lama yang bisa menyebabkan gangguan signifikan.

Apa Penyebab Bipolar Disorder?

Setelah mengetahui apa itu bipolar disorder, mari ketahui penyebab dari penyakit mental ini. Beberapa gejala uama dari bipolar disorder adalah perubahan suasana hati dan energi.

Berikut beberapa penyebab terjadinya bipolar disorder.

1. Genetika 

Bipolar disorder bisa terjadi karena faktor genetika. Jika kamu memiliki keluarga dengan riwayat penyakit utama, kemungkinan lebih besar bagi seseorang untuk mengalami penyakit yang sama.

2. Faktor Lingkungan 

Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya bipolar disorder. Faktor lingkungan seperti stres yang ekstrem dan berlebihan, pengalaman traumatis, serta penyakit fisik juga bisa menjadi penyebab munculnya bipolar disorder.

Ciri-ciri Penyakit Bipola Disorder

Terdapat beberapa ciri-ciri bipolar disorder yakni depresi berat atau suasana hati yang menurun. Gejalanya pun bervariasi tiap orang. Bagi sebagian orang, satu episode mungkin saja bisa berlangsung dalam jangka berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Hipomania dan mania

Mania merupakan kondisi saat orang dengan gangguan bipolar bersemangat secara fisik serta mental. Sedangkan hipomanisa adalah mania yang lebih ringan juga tidak terlalu ekstrem. Berikut gejala pada fase ini:

  • Memiliki kinerja yang buruk di tempat kerja ataupun sekolah
  • Namun merasa dirinya mampu untuk melakukan apapun
  • Sikapnya ramah dan terbuka namun terkadang cukup agresif
  • Terlibat dengan perilaku yang berisiko

Merasakan euforia

Euforia adalah kondisi emosional seseorang yang bisa membuat orang tersebut merasa bahagia, percaya diri, dan bersemangat. Berikut adalah beberapa gejala dalam fase ini:

  • Memiliki harga diri dan tingkat kepercayaan yang tinggi
  • Banyak bicara dan gaya bicaranya cepat
  • Sering melompat topik pembicaraan ke topik lain
  • Memillki ide-ide yang aneh
  • Tidak menyadari atau menyangkal sesuatu yang salah
  • Menghabiskan uang untuk belanja narkoba
  • Mengonsumsi alkohol

Gejala depresi

Dalam mengalami fase ini, seseorang akan mengalami gejala berikut, seperti:

  • Murung dan putus asa
  • Sedih
  • Cemas tentang masalah sepele
  • Insomnia
  • Mengalami sakit fisik
  • Rasa bersalah yang tidak tepat
  • Makan lebih sedikit atau lebih banyak disertai dengan penurunan atau penambahan berat badan
  • Sering merasa sangat kelelahan
  • Sulit untuk fokus
  • Berpikiran untuk bunuh diri
  • Psikosis

Itulah penjelasan dan ciri-ciri dari bipolar disorder. Semoga artikel ini menjawab pertanyaan apa itu bipolar disorder, ya!

4 Manfaat Lakukan Tes Kesehatan Mental

  • July 6, 2022

Masih banyak dari kita yang berpikir jika mengikuti tes kesehatan mental dilakukan hanya bila merasa ada yang tidak normal dalam mental atau kejiwaan. Nyatanya, melakukan tes untuk cek kesehatan mental bisa diikuti siapa pun dan dalam kondisi apa pun. Biasanya dalam beberapa hal, tes ini wajib dijalani.

Misalnya pada tes kesehatan mental online sebagai rangkaian tes masuk perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan banyak lagi. Kondisi mental akan sangat berpengaruh terhadap keseharian seseorang, hingga bagaimana orang tersebut menghadapi setiap masalah dalam rutinitas sehari-hari.

Mengapa Tes Kesehatan Mental Itu Penting?

Selain mendeteksi adanya gangguan mental dalam berbagai jenis dan tingkatan, banyak manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari mengikuti tes kesehatan satu ini. Termasuk ketika kamu ingin mendapatkan perasaan yang lebih tenang dan bisa menjalani kehidupan lebih bahagia.

Sebab, kamu jadi bisa lebih memahami apa yang sedang terjadi dalam tubuh. Khususnya kondisi mental yang terkadang tidak disadari bisa mengganggu aktivitas, serta menurunkan tingkat produktivitas. Berikut manfaat melakukan tes kesehatan mental, di antaranya:

  1. Mendeteksi Gejala Gangguan Mental

Banyak penderita gangguan mental yang cenderung ‘denial’ dan menolak untuk memahami gejala yang sering mereka rasakan. Mengikuti tes akan memberi kesadaran bahwa gejala-gejala tersebut tergolong penyakit gangguan mental dan harus segera diatasi.

Contohnya, gangguan kecemasan dengan gejala berupa muda merasa panik, tidak tenang, sesak napas, mual, alami kesulitan tidur, sulit konsentrasi, dan lainnya. Sekilas gejala yang dirasakan terlihat biasa saja, tapi nyatanya hal tersebut menjadi gejala awal gangguan kecemasan.

  1. Menghindari Risiko Gangguan Mental Tingkat Lanjut

Berbagai macam tes kesehatan mental Kemenkes ataupun dari swasta memiliki manfaat untuk hindari risiko gangguan mental berkembang ke tingkat lebih lanjut. Sama seperti gangguan kesehatan tubuh, bila diabaikan akan berisiko menjadi semakin parah.

Nantinya gejala yang kamu rasakan pun semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa memicu kehilangan kesadaran dan menimbulkan penyakit lain yang berhubungan dengan kesehatan fisik.

  1. Mengatasi Ketergantungan

Tes kesehatan pada mental juga bermanfaat untuk mengatasi ketergantungan. Ada banyak dari kita yang memiliki rutinitas yang tergolong ‘salah’ atau ‘tidak normal’. Seperti konsumsi obat-obatan, menggunakan narkoba, ketergantungan pada alkohol, tidak bisa lepas dari berjudi, serta banyak ragam rutinitas lainnya yang membutuhkan rehabilitasi dan bimbingan profesional dalam mengatasinya.

Paling sederhana, ketergantungan minum obat tidur karena hampir setiap malam alami insomnia. Insomnia sendiri menjadi salah satu gejala dari gangguan mental yang termasuk fatal. Ditambah dengan ketergantungan obat tidur yang tentu tidak sehat bagi tubuh bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

  1. Mendukung Hidup Sehat

Menjalani rangkaian tes gangguan kesehatan mental menjadi kegiatan yang menggambarkan bahwa kamu mendukung untuk bisa hidup lebih sehat. Karena kesehatan bukan hanya mengenai fisik saja, tapi kesehatan mental juga tidak kalah penting.

Banyak contoh tes kesehatan mental yang bisa kamu temukan di internet. Website di bidang psikolog pun banyak yang menawarkan tes gratis secara praktis. Kamu pun bisa coba kunjungi langsung klinik atau rumah sakit bila ingin lakukan tes di bawah bimbingan psikolog dan psikiater profesional.

Penting melakukan tes kesehatan mental bila kamu berisiko alami gangguan mental baik dari segi kondisi batin, alami stres berkepanjangan, lingkungan, maupun faktor genetik. Mereka yang memiliki orang tua dengan kondisi gangguan mental lebih rentan, meski penyakit jiwa bukan penyakit menular dan bukan penyakit yang diturunkan secara genetik.